Perubahan Sosial dan Pendidikan

Posted: 26/12/2010 in All Post, Sosiologi

Pendidikan adalah suatu institusi pengkonservasian yang berupaya menjembatani dan memelihara warisan budaya suatu masyarakat. Melihat perkembangan masyarakat yang sering dilanda peru- bahan secara tiba-tiba, maka kemungkinan terjadinya dampak negatif yang akan menggejala ke dalam kehidupan masyarakat tidak dapat dihindari kehadirannya. Gejala ketimpangan budaya atau cultural lag, harus dapat diminimalisasi pengaruhnya ke dalam tatanan kehidupan masyarakat. Untuk itu sebagai lembaga yang berfungsi menjaga dan mengarahkan perjalanan masyarakat, pendidikan harus dapat menangkap potensi kebutuhan masya- rakat. Dalam proses perubahan sosial modifikasi yang terjadi seringkali tidak teratur dan tidak menyeluruh, meskipun sendi- sendi yang berubah itu saling berkaitan secara erat, sehingga melahirkan ketimpangan kebudayaan. Dikatakan pula olehnya bahwa cepatnya perubahan teknologi jelas akan membawa dam- pak luas ke seluruh institusi-institusi masyarakat sehingga mun- culnya kemiskinan, kejahatan, kriminalitas dan lain sebagainya merupakan dampak negatif yang tidak bisa dicegah. Untuk itulah pendidikan harus mampu melakukan analisis kebutuhan nilai, pengetahuan dan teknologi yang paling mende- sak dapat mengantisipasi kesiapan masyarakat dalam mengha- dapi perubahan. Karl Manheim dalam Faisal dan Yasik (1985) memfokuskan pandangannya untuk melihat aktivitas sekolah dalam melaksana- kan proses pengajaran kepada para peserta didik. Secara jeli Manheim mengisyaratkan adanya semacam penyimpangan, di derungan sosial tersebut. Perkembangan tersebut ditandai dengan adanya spesialisasi peran serta merebaknya organisasi di dalam sistem pendidikan, sehingga secara internal menumbuhkan diferensiasi struktural dalam tubuh pendidikan. Proses yang mempengaruhi tubuh pendidikan ini dapat digambarkan dalam pengamatan komparatif antara masyarakat modern dengan masyarakat primitif. Pada masyarakat tradisional proses pendidikan menyatu dengan fungsi-fungsi lain yang kese- muanya diperankan oleh institusi keluarga. Sedangkan pada masyarakat modern proses pendidikan lebih banyak dipengaruhi oleh institusi di luar keluarga. Meskipun terdapat perbedaan karakter pendidikan yang cukup tajam dalam kedua tipe masyarakat tersebut. Namun pada dasarnya masih tersimpan kemiripan fungsi pendidikan antar- kedua tipologi masyarakat tersebut. Baik pendidikan pada masya- rakat tradisional maupun masyarakat modern, keduanya sama- sama bertanggung jawab untuk mentransmisikan sekaligus men- transformasikan perangkat-perangkat nilai budaya pada generasi penerusnya. Dengan demikian, keduanya sama-sama menopang proses sosialisasi dan menyiapkan seseorang untuk peran-peran baru. Letak perbedaannya, tanpa banyak perubahan di dalam fungsi pendidikan menjadi semakin besar dan kompleks. Menurut Faisal dan Yasik (1985) alur perkembangan diferensiasi pendi- dikan dapat diterangkan dalam beberapa poin sebagai berikut. a) Pendidikan pada masyarakat sederhana yang belum mengenal tulisan. Dalam kehidupan masyarakatnya mengembangkan pendidikan secara informal yang berfungsi untuk memberikan bekal keterampilan-keterampilan mata pencaharian dan mem- perkenalkan pola tingkah laku yang sesuai dengan nilai serta norma masyarakat setempat. Pada tingkatan ini, peran sebagai siswa dan guru secara murni ditentukan oleh ukuran-ukuran askriptif. Anak-anak menjadi siswa dilatarbelakangi oleh fak- tor usia mereka, sementara guru disimbolkan sebagai repre- sentasi orang tua yang memiliki derajat karisma serta kewi- bawaan untuk mendidik kaum-kaum muda. Spesifikasi peran para guru itu, juga ditentukan oleh jenis kelamin (yang wanita mengajarkan memasak sementara para laki-laki mengajarkan berburu). beban-beban baru, yaitu sebagai pusat pengajaran bagi masya- rakat luas, sebagai media seleksi sosial serta berperan pula sebagai lapangan pekerjaan. Pesatnya arus diferensiasi serta spesialisasi selama dekade- dekade terakhir memicu beberapa perubahan dalam tubuh for- masi pendidikan. Hal itu terjadi sebagai akibat dari mendesaknya permintaan masyarakat akan tersedianya tenaga-tenaga spesialis yang akan menopang bergulirnya roda kehidupan masyarakat yang tengah bertumpu pada kekuatan industri produk massal. Dalam perkembangan ini, sistem pendidikan beranjak pesat menjadi institusi yang mempunyai “kedudukan penting” teru- tama dalam menopang perubahan sosial ekonomi (baik peru- bahan yang direncanakan maupun tidak), lalu pendidikan ber- kembang menjadi “jembatan” prestise dan status, selain juga tampil sebagai faktor utama mobilitas sosial, baik vertikal maupun horisontal, baik intra maupun antargenerasi. 4. Gelombang Kekuatan yang Mengubah Masyarakat Manusia Sesudah kita melihat bagaimana dan apa perubahan sosial, maka uraian selanjutnya akan membicarakan berbagai kekuatan sosial yang mengubah dunia yang mengglobal dewasa ini. Dari berbagai kekuatan yang mengubah kehidupan bersama umat manusia dewasa ini, terdapat tiga kekuatan yang besar, yaitu (1) demokratisasi, (2) kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya teknologi komunikasi dan informasi, dan (3) globalisasi. Ketiga kekuatan besar yang sedang mengubah kehidupan umat manusia dewasa ini selanjutnya akan dilihat pengaruhnya terhadap perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat kita. Perubahan-perubahan tersebut sangat berkaitan dengan kekuatan- kekuatan global yang tengah melanda masyarakat kita. Pertama ialah masyarakat kita sedang berubah dari masyarakat yang relatif masih tertutup menuju suatu masyarakat terbuka. Proses demo- kratisasi yang sedang melanda seluruh dunia termasuk di Indonesia, telah membongkar kehidupan tradisional masyarakat kita. Selanjutnya, masyarakat kita sesudah melampai masa krisis yang terjadi pada penghujung abad 20, akan dituntut melahirkan bentuk nasionalisme baru yang berhadapan dengan munculnya berada pada tingkat konsolidasi, ada pula yang baru pada tahap transisi dari pemerintahan yang diktator ke arah pemerintahan yang demokratis. Dewasa ini pengertian demokrasi tidak dibatasi kepada pengertian politik tetapi juga menyangkut hal-hal dalam bidang sosial, ekonomi, hukum, HAM. Jadi demokrasi telah merupakan suatu sikap dan cara hidup, baik di dalam lingkungan terbatas maupun di dalam lingkungan bernegara. Kini kita berbicara mengenai demokrasi sosial, demokrasi ekonomi, penghormatan terhadap hak asasi manusia, kedudukan hukum yang sama dari setiap warga negara. Prinsip demokrasi adalah menghargai akan martabat manusia dengan hak-hak asasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s