TO 1 Sosiologi

Problem set 1 Sosiologi

Konsep Dasar Sejarah

Posted: 11/04/2016 in All Post

Apakah Sejarah Itu ?

1.      Istilah yang Memakai Kata Sejarah (Kuntowijoyo)

Kata sejarah sering dikenal dengan sesuatu yang telah terjadi.  Sejarah terbagi menjadi dua yakni sejarah dalam arti objektif dan subjektif. Selain itu ada pula kata sejarah yang dipakai dalam banyak profesi yakni guru sejarah, pegawai sejarah, pencatat sejarah, pelaku dan saksi sejarah, dan peneliti dan penulis sejarah.

2.      Pengertian Sejarah

a)      Pengertian Sejarah Secara Negatif

Pengertian sejarah secara negative memiliki rincian seperti berikut:

·         Sejarah itu bukan Mitos artinya Mitos dengan sejarah tidak sama, meskipun sama-sama menceritakan masa yang telah lalu. Namun, mitos bersifat tidak jelas, tidak masuk akal, dan tidak terdapat keterangan kapan terjadi peristiwa secara rinci. Contoh Mitos: Mitos Raja Dewatacengkar.

·         Sejarah bukan Filsafat

Artinya ada kesalahan atau penyalahgunaan sejarah oleh filsafat yakni (1) Sejarah dimoralkan (2) Sejarah sebagai ilmu yang konkrit dapat menjadi filsafat yang abstrak. Filsafat itu abstrak (pikiran) dan spekulatif (gambaran angan-angan).

·           Sejarah Itu Bukan Ilmu Alam                                                                         Sejarah mempunyai cara sendiri dalam pekerjaannya. Sejarah sering dimasukkan dalam ilmu-ilmu manusia yang dalam perjalanan waku dipecah ke dalam ilmu-ilmu social dan kemanusiaan. Ilmu Alam merupakan ilmu yang bertujuan menemukan hokum-hukum yang umum. Sedangkan Sejarah berusaha menuliskan yang hal khas dan ideografis.

·          Sejarah Itu Bukan Sastra

Perbedaan Sejarah dengan Sastra yakni (1) cara kerja (2) kebenaran   (3) hasil keseluruhan (4) kesimpulan. Dan sastra merupakan pekerjaan imajinasi yang lahir dari kehidupan sebagaimana dimengerti pengarangnya. Sedangkan Sejarah adalah kegiatan member informasi selengkap-lengkapnya, setuntas-tuntasnya, sejelas-jelasnya.

b)     Pengertian Sejarah Secara Positif

Sebagai ilmu sejarah terikat pada prosedur penelitian ilmiah. Sejarah juga terikat pada penalaran yang bersandar pada fakta. Maka, sejarah secara positif adalah:

·         Sejarah ialah Ilmu Tentang Manusia

Sejarah hanya bercerita tentang manusia, bukan hanya manusia masa lalu akan tetapi masa kini pula.

·         Sejarah ialah Ilmu Tentang Waktu

Sejarah merupakan ilmu yang membecirakan masyarakat dari segi waktu. Yang dapat dibicarakan darii waktu yakni: perkembangan,kesinambungan,pengulangan,dan perubahan. Agar waktu dapat dipahami maka sejarah mmembuat pembabagan waktu atau periodisasi. Maksud dari periodisasi tersebut adalah supaya setiap babak waktu itu menjadi jelas ciri-cirinya sehingga mudah dipahami.

·         Sejarah ialah Ilmu Tentang Sesuatu yang Mempunyai Makna Sosial

Tidak semuanya penting untuk perkembangan dan perubahan masyarakat. Namun, setiap peristiwa sejarah memiliki makna yang berbeda-beda sesuai dengan peristiwa yang terjadi berdasar tempat dan waktu.

·         Sejarah ialah Ilmu Tentang Sesuatu yang Tertentu, satu-satunya, dan terinci

Sejarah adalah sejarah tertentu ,dalam hal ini sejarh berbeda dengan filsafat dan ilmu lainnya. Sejarah itu satu-satunya karena sejarah menulis peristiwa, tempat, dan waktu yang hanya sekali terjadi. Sedangkan sejarah terinci karena sejarah harus menyajikan hal yang kecil-kecil, tidak terbatas pada hal-hal yang besar.

dirangkum dari (Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta : Yayasan Bentang Budaya)

 

Arti Sejarah Pada Umumnya

a)    Definisi Sejarah

Kata sejarah dalam bahasa Indonesia adalah sama dengan history (Inggris), Geschichte (Jerman) atau Geschiedenis (Belanda). Dari uraian tersebut kurang lebih memiliki pengertian yang sama. Menurut kamus-kamus ada beberapa definisi diantaranya:

·        History (The Concise Oxford dictionary)

·        Geschichte (Deustches Woterbuch von L. Mackensen)

·        Geschiedenis (Verkland handwoordenboek der Nederlandse Taal)

·        Sejarah (Kamus Umum Bahasa Indonesia)

Maka dengan singkat dapat ditegaskan bahwa sejarah itu berarti:

1)      Jumlah perubahan, kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa  dalam kenyataan sekitar kita

2)      Cerita tentang perubahan

3)      Ilmu yang bertugas menyelidiki perubahan-perubahan

Cerita dan perubahan-perubahan tersebut pada dasarnya merupakan kegiatan-kegiatan manusia. Sejarah serba subjek artinya sejarah buatan manusia. Sedangkan sejarah serba objek adalah jumlah kejadian, peristiwa, perubahan-perubahan secara keseluruhan.

b)      Sejarah Serba Objek dan Sumber-sumber Sejarah

Sejarah sebagai objek yakni seluruh kegiatan baik perkembangan dan perubahan-perubahan serta peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Sedangkan sumber-sumber sejarah adalahsurat kabar dan majalah, keduanya member informasi mengenai politik, ekonomi, kebudayaan, penderitaan umum, dan peraturan-peraturan. Selain itu majalah dan Koran selalu memberikan intisari dan ikhtisar atau rangkuman berita selama sepekan ,satu bulan ,maupun satu tahun. Sumber berita yang lainnya yakni radio.

c)      Sifat Sumber-sumber Sejarah

Pada dasarnya sifat yang dimiliki dari sumber-sumber sejarah dipengaruhi oleh perhatian dari manusia. Saat perhatian itu mulai menghilang maka sifat sumber sejarah menjadi tidak dapat dengan detail atau kurang di pahami oleh manusia tersebut. Sedangkan di saat manusia mulai perhatian dengan sumber sejarah maka akan semakin meluas dan banyak jumlah sumber sejarah yang muncul.

Dirangkum dari (R.Moh.Ali. 1963. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta : Bhratara)

Pengantar Ilmu Sejarah

1)      Pengertian Sejarah Secara Umum

                             Sebelum mengenal apa itu ilmu pengantar sejarah, kita harus tahu apa pengertian sejarah. Kata Inggris History bersala dari bahasa Yunani Istoria yang berarti ilmu. Istoria berarti suatu penelaahan sistematis mengenai seperangkat gejala alam,entah susunan kronologis merupakan factor atau tidak di dalam penelaahan, penggunaan itu meskipun jarang, masih tetap hidup di dalam bahasa Inggris yang disebut natural history, (Louis Gottschalk, 1975 : 27).

2)      Tujuan dan Manfaat Sejarah

a.       Tujuan sejarah memiliki 2 aspek:

Pertama;Untuk memenuhi rasa ingin tahu peristiwa-peristiwa masa lampau, bagaimana deskripsi peristiwa, sebab akibat peristiwa itu terjadi dan sebagainya.

Kedua ;Untuk lebih mengetahui apakah sejarah itu seni atau disiplin ilmu.

b.      Manfaat Ilmu Sejarah

Dengan mengetahui apa itu sejarah, maka dapat kita ambil manfaat dari pengajaran ilmu sejarah tersebut yakni kita dapat lebih berhati-hati agar suatu kegagalan itu tidak terulang lagi. Seorang Filosof cina berkata “Sejarah itu mengajarkan kita untuk bertindak bijaksana” (Kansil. 1986. 1). Menurut Cicero (Seorang ahli sejarah Yunani) berkata ”History of Magistra Vitae” artinya sejarah bermanfaat sebagai guru yang baik”sehingga terciptalah sebuah cerita sejarah yang berdasarkan pada kenyataan, dalam bentuk peninggalan atau sumber sejarah. Selain itu sejarah juga bermanfat menambah wawasan berpikir kita.

3)      Definisi Sejarah

Ada beberapa definisi sejarah menurut para ahli, salah satu ahli yang mengemukakan tentang definisi dan batasan sejarah Prof. Bernheim mengatakan bahwa sejarah adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perbuatan manusia dalam perkembangannya sebagai makhluk social, (Bernheim, 1961 : 215). Selain itu ada banyak pendapat tentang sejarah menurut para ahli, alah satunya yakni Herodotus (484-425 B.C). “Sejarah tidak berkembang ke arah depan serta dengan tujuan yang pasti, melainkan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia, yaitu: Hybris dan Memesis. Segala peristiwa dipengaruhi oleh perbutan-perbuatan dewa atau tergantung kemauan dewa.

4)      Karakteristik dan kedudukan sejarah

Karakteristik :

·         Memiliki tujuan

·         Memiliki metode

·         Sistematis

·         Empiris

·         Rasional dan Objektif

·         Dapat diverifikasi

Kedudukan : memperoleh kedudukan sebagai ilmu setelah berbagai peristiwa disoroti sebagai suatu permasalahan.

5)      Pembabakan Sejarah

Pembabakan sejarah adalah salah satu proses strukturisasi waktu dalam sejarah dengan pembagian atas beberapa babak, zaman atau periode. Selain pengertian, pembabakan waktu memiliki tujuan yakni ;

·         Memudahkan pengertian

·         Melakukan penyederhanaan

·         Mengetahui peristiwa sejarah secara kronologis

·         Untuk memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan

·         Memudahkan klasifikasi dalam ilmu sejarah

Kriteria dalam pembabakan waktu:

§  Berdasarkan satuan waktu kronologis

§  Berdasarkan pergantian generasi

§  Berdasarkan Dinasti

§  Berdasarkan Perjuangan

§  Berdasarkan Evolusionisme

§  Berdasarkan proses Integrasi

§  Babakan waktu dunia dan Indonesia

6)      Ilmu Bantu Sejarah

Menurut Von Humboldt, ialah: Philologi(menyelidiki dokumen bahasa), Paleografi(Menulis tentang macam tulisan purba), Ilmu tentang dokumen(naskah-naskah tulisan tangan), Heraldik(Lambang-lambang), Numismatik(Ilmu mata uang kuno). Menurut Louis G, ilmu bantu sejarah : Epigrafi, Sogillografi, Genealogi, Bibliografi, Lexiografi, Arkeologi.

7)      Hubungan anatara Sejarah dengan Ilmu yang Lainnya

Antara lain dengan ilmu: Eksakta dan Ilmu kemanusiaan, Eksakta dan Ilmu Sosial, Ilmu Sosial dengan Humaniora.

8)      Pentingnya Manusia Mengetahui Sejarah                                                 Dari mempelajari sejarah, manusia akan bercermin dan menilai perbuatan mana yang baik dan perbuatan mana yang sekiranya buruk. Sehingga manusia akan lebih berhati-hati dalam bersikap.                                    Selain itu dengan mempelajari sejarah, manusia akan mampu memprediksi sekaligus mengetahui upaya-upaya dalam mengantisipasi kecenderungan-kecenderungan yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

Dirangkum dari (Rustam E. Tamburaka. 1999. Pengantar Ilmu Sejarah, Teori Filsafat sejarah, Sejarah Filsafat & Iptek)

SIFAT – SIFAT ILMU SEJARAH

Sejarah sebagai sebuah ilmu pengetahuan memiliki lima sifat, yaitu

  • Sejarah adalah Fakta

Suatu peristiwa sejarah bukanlah hasil rekaan manusia, melainkan benar-benar pernah terjadi dalam kehidupan manusia.

  • Sejarah itu Diakronis

Suatu peristiwa dikaji perkembangannya dari waktu ke waktu.

  • Sejarah itu Ideografis

Menggambarkan atau menceritakan suatu peristiwa.

  • Sejarah itu Unik

Peristiwa yang dikaji terjadi hanya sekali dan tidak ada peristiwa lain yang persis sama dengan peristiwa itu.

  • Sejarah itu Empiris

Sejarah berdasarkan pada pengalaman manusia yang sebenarnya, yang meliputi pengalaman indrawi maupun pengalaman bathiniah (nilai, norma, dan lain sebagainya).

TAHAPAN PENELITIAN SEJARAH
Pertama yang harus dilakukan adalah menentukan topik penelitian dengan tujuan agar dalam melakaukan pencarian sumber-sumber sejarah dpat terarah dan tepat sasaran.Pemilihan topik penelitian dapatdidasarakan pada unsur-unsur berikut ini:
1.Bernilai
Peristiwa sejarah yang diungkap tersebut harus bersifat unik, kekal, abadi.
2.Keaslian (Orisinalitas)
Peristiwa sejarah yang diungkap hendaknya berupa upaya pembuktian baru atau ada pandangan baru akibat munculnya teori dan metode baru
3.Praktis dan Efesien
Peristiwa sejarah yang diungkap terjangkau dalam mencari sumbernya dan mempunyai hubungan yang erat dengan peristiwa itu.
4.Kesatuan
Unsur-unsur yang dijadikan bahan penelitian itu mempunyai satu kesatuan ide.

B.LANGKAH-LANGKAH DALAM PENELITIAN SEJARAH
Setelah menentukan topik penelitian selanjutnya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1.HEURISTIK (Pengumpulan Data)
Heuristik merupakan langkah awal dalam penelitian sejarah untuk berburu dan mengumpulkan berbagi sumber data yang terkait dengan masalah yang sedeang diteliti.misalnya dengan melacak sumber sejarah tersebut dengan meneliti berbagai dokumen, mengunjungi situs sejarah, mewawancarai para saksi sejarah.
2.KRITIK (VERIFIKASI)
Kritik merupakan kemampuan menilai sumber-sumber sejarah yang telah dicari (ditemukan). Kritik sumber sejarah meliputi kritik ekstern dan kritik intern.
a.Kritik Ekstern
kritik ekstern di dalam penelitian ilmu sejarah umumnya menyangkut keaslan atau keautentikan bahan yang digunakan dalam pembuatan sumber sejarah, seperti prasasti, dokumen, dan naskah.Bentuk penelitian yang dapat dilakukan sejarawan, misalnyatentang waktu pembuatan dokumen itu (hari dan tanggal) atau penelitian tentang bahan (materi) pembuatan dokumen itu sndiri.Sejarawan dapat juga melakukan kritik ekstern dengan menyelidiki tinta untuk penulisan dokumen guna menemukan usia dokumen. Sejarawan dapat pula melakukan kritik ekstern dengan mengidentifikasikan tulisan tangan, tanda tangan, materai, atau jenis hurufnya.
b.Kritik Intern
Kritik Intern merupakan penilaian keakuratan atau keautentikan terhadap materi sumber sejarah itu sendiri. Di dalam proses analisis terhadap suatu dokumen, sejarawan harus selalu memikirkan unsur-unsur yang relevan di dalam dokumen itu sendiri secara menyeluruh. Unsur dalam dokumen dianggap relevan apabila unsur tersebut paling dekat dengan apa yang telah terjadi, sejauh dapat diketahui berdasarkan suatu penyelidikan kritis terhadap sumber-sumber terbaik yang ada.
3.INTERPRETASI (penafsiran)
Interfretasi adalah menafsirkan fakata sejarah dan merangkai fakta tersebut hingga menjadi satu kesatuan yang harmonis dan masuk akal. Dari berbagi fakta yang ada kemudian perlu disusun agar mempunyai bentuk dan struktur. Fakta yang ada ditafsirkan sehingga ditemukan struktur logisnya berdasarkan fakta yang ada, untuk menghindari suatu penafsiran yang semena-mena akibat pemikiran yang sempit. Bagi sejarawan akademis, interfretasi yang bersifat deskriptif sajabelum cukup. Dalam perkembangan terakhir, sejarawan masih dituntut untuk mencari landasan penafsiran yang digunkan.
4.HISTORIOGRAFY (Penulisan Sejarah)
Historiogray adalah oses penyusunan fakta-fakta sejarah dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Setelah melakukan penafsiran terhadap data-data yang ada, sejarawan harus sadar bahwa tulisan itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan dirinya, tetapi juga untuk dibavca orang lain. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisan nya. Sejarawan harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.

 

 

Silahkan klik link dibawah ini untuk mengunduh file:

SEMOGA BERMANFAAT…..:D

Downloads-icon

 

 

 

TES HARIAN 1 SEJARAH SI 2016

TES HARIAN 2 SEJARAH SI 2016

TES HARIAN 3 SEJARAH SI 2016

TES HARIAN 4 SEJARAH SI 2016

TES HARIAN 5 SEJARAH SI 2016

 

 

Meme-SBMPTN-2015-Twitter.com@DyahannisaR

Capture

z3p883pw-224x300

Cara terbaik untuk mendefinisikan sosiologi adalah dari segi wawasannya tentang kenyataan sosial. Wawasan sosiologis ini adalah wujud pemahaman pengetahuan sosiologi terhadap kenyataan sosial. Baca entri selengkapnya »

PRILAKU MENYIMPANG

1. Definisi Perilaku Menyimpang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia perilaku menyimpang diartikan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang bertentangan dengan norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Baca entri selengkapnya »

A. Pengertian Sosialisasi
Manusia berbeda dari binatang. Perilaku pada binatang dikendalikan oleh instink/naluri yang merupakan bawaan sejak awal kehidupannya. Binatang tidak menentukan apa yang harus dimakannya, karena hal itu sudah diatur olehnaluri. Binatang dapat hidup dan melakukan hubungan berdasarkan nalurinya. Manusia merupakan mahluk tidak berdaya kalau hanya mengandalkan nalurinya. Naluri manusia tidak selengkap dan sekuat pada binatang. Untuk mengisi kekosongan dalam kehidupannya manusia mengembangkan kebudayaan. Baca entri selengkapnya »

A. Pengertian

Kata Interaksi berasal dari kata ”inter” yang artinya ”antar ” dan ”aksi ” yang artinya tindakan. Interaksi berarti antar-tindakan. Kata sosial berasal dari ”socious” yang artinya teman/kawan, yaitu hubungan antar-manusia. Baca entri selengkapnya »

A. Pengertian Nilai dan Norma

Pengertian dari….
a. Nilai adalah kumpulan sikap dan perasaan-perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang mempengaruhi perilaku sosial orang yang memiliki nilai tersebut. Baca entri selengkapnya »

Pengertian Nilai Sosial

Satu bagian penting dari kebudayaan atau suatu masyarakat adalah nilai sosial. Suatu tindakan dianggap sah, dalam arti secara moral diterima, kalau tindakan tersebut harmonis dengan nilai-nilai yang disepakati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat di mana tindakan tersebut dilakukan.  Baca entri selengkapnya »